Untuk petugas dilapangan yang telah mengikuti serangkaian kegiatan pemadaman kebakaran lahan untuk siaga dan tetap waspada. Mengingat masih banyak para pesanggem dalam membuka tanah garapan baru dengan cara membakar semak belukar. Bagi petugas dilapangan kami tugaskan untuk memantau di kawasan gubuk duwur Bagian kesatuan pemangku hutan (BKPH) Sudo. Kita piketkan siang maupun malam untuk terus memantau kawasan dari menara gubuk duwur setinggi 10 meter.
Dari sini bisa dipantau seluruh kawasan hutan hutan , bila ada kepulan asap membumbung tinggi pasti akan terlihat dan kita bisa memberikan laporan kepada petugas lainya untuk merapat dan menghubungi Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu memadamkan kebakaran kawasan hutan. Kareana Perhutani sudah membuat MOU dengan BPBD.
Mulai dari penyuluhan kepada masyarakat kawasan hutan bekerjasama dengan pihak BPBD Rembang di desa-desa yang hutannya rawan terbakar.tahun 2022 hutan kita yang terbakar mencapai luase mencapai 64,55 hektar dengan nilai kerugian Rp. 154.781.000,- sedangkan untuk tahun 2023 keluasanya mencapai 932,80 hektar, dengan nilai kerugian 762.800.000,-
Sedangkan rata-rata yang terbakar itu adalah tanaman muda dan beberapa tanaman ku 4 . kalau yang terbakar jati itu tidak terpengaruh, karena pengakaranya jati lebih kuat ,tapi untuk tanaman selain jati itu bila terbakar akan mati. Ungkap dia yang penting kami dilapangan sudah memberikan siaga kepada anggota untuk tetap waspada dalam menghadapi kebakaran musim kemarau tahun 2023,” Pungkasnya.






