Ditanggapi oleh Politisi Partai Gerindra, H. JUNAEDI. S.Sos, “Dengan menyatakan bahwa meskipun uang penting, itu bukan segalanya, “Duit bukan segalanya, walaupun segala apa pake duit,” jelas pria yang akrab disapa Bang Ajuk.
Yang tidak kalah menarik Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Hk.Damin SADA memberikan refleksi mendalam tentang tujuan berpolitik, mengajukan pertanyaan penting tentang motivasi di balik keterlibatan dalam politik, “Hidup adalah pilihan ikut di politik partai itu bagus bahkan sangat bagus agar orang2 bagus bisa memimpin negeri ini. Pertanyaannya apa tujuan kita ikut di politik partai? Untuk pribadi? Untuk Bekasi? Untuk Indonesia atau untuk apa?” ketusnya.
Diskusi semakin mendalam ketika mantan Tim Percepatan Penbangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Bekasi, H. Sudarisman menyoroti berbagai masalah krusial yang dihadapi Kabupaten Bekasi, mencatat bahwa daerah tersebut dalam keadaan darurat di berbagai aspek seperti kemiskinan, lapangan pekerjaan, dan infrastruktur. Dia menulis, “Bekasi dalam kedaruratan baik mengenai:
- Kemiskinan
- Lapangan pekerjaan
- Infrastruktur
- Pencemaran sungai
- Pendangkalan sungai
- Gagal panen
- Kerawanan sosial,”
Menutup diskusi, praktisi hukum dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP-red) Zuli Zulkipli S.H menyerukan, kolaborasi antara wilayah Utara dan Selatan Bekasi untuk mengatasi masalah yang ada, “Kolaborasi Utara dan Selatan untuk masyarakat kabupaten Bekasi.” Pungkasnya.
Diskusi ini mencerminkan pandangan yang beragam dan mendalam mengenai tantangan yang dihadapi Bekasi. Menekankan pentingnya kompetensi, integritas, kolaborasi, serta peran strategis uang dalam politik lokal. Tokoh-tokoh ini menunjukkan komitmen mereka untuk mencari solusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat Bekasi.






