Tools itu ia beri nama i-TradeX yang merupakan kepanjangan dari “innovative trading with x factors” yang akan membongkar rahasia-rahasia pasar yang sebelumnya sulit terbaca investor saham pemula.
“Kalau dulu saya analisis bisa sampai 4 jam, sekarang cuma butuh 5 menit,” jelas Moses.
Investasi, Keliling Dunia, dan Kerja dari Mana Saja
Dengan pendekatan baru ini, Moses mulai hidup lebih bebas. Mulai dari 2021, ia hidup nomaden berkeliling Indonesia. Setelah bosan, ia memutuskan melanjutkan perjalanannya dengan menjelajah benua Amerika. Meski berada di belahan dunia yang lain, Moses tetap bisa memantau portofolio sahamnya dan berkomunikasi dengan komunitasnya lewat HP.
“Kita sama teman-teman bercanda, kalau saya lagi di negara A, B, C saya bilang, ‘hari ini kita disponsori emiten mana?’ saking kita punya banyak saham dari negara-negara lain,” kata Moses mengenang perjalanannya.
Tools-nya membantu mengenali saham sejak fase awal IPO, memetakan mana saham yang sedang akumulasi atau distribusi, hingga menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar.
i-Trade X: Investasi Cerdas Bukan Sekadar Tebakan
i-Trade X dikembangkan berdasarkan 4 pilar analisis:
Fundamental dan makroekonomi
Valuasi harga (price action)
Valuasi transaksi
Market maker behavior (aktivitas bandar)
Dengan sistem ini, investor pemula sekalipun bisa mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar “katanya grup” atau news asal-asalan.






