TikTok memperkuat peran sebagai platform creator berbasis performa, namun strategi tetap spesifik di tiap pasar
Dinamika platform di tahun 2025 semakin memperkuat pergeseran menuju influencer marketing yang berbasis performa. TikTok muncul sebagai platform influencer yang dominan di APAC Tenggara, menyumbang 66,0% kampanye influencer di Thailand, 64,3% di Filipina, dan 62,9% di Vietnam. Hal ini mencerminkan kekuatan platform tersebut dalam penemuan konten berdurasi pendek, keterlibatan berbasis hiburan, dan hasil yang berorientasi pada tindakan (action-oriented outcomes).
Di saat yang sama, pemilihan saluran tetap sangat spesifik di tiap pasar. Di Malaysia, kampanye terdistribusi lebih merata, dengan Instagram menyumbang 47,7% aktivitas influencer dan TikTok menyusul tipis di angka 44,4%. Tren adopsi TikTok ini juga mulai terlihat jelas di pasar seperti Jepang, di mana penggunaan platform ini untuk kampanye meningkat 16,3% pada tahun 2025, tahun di mana TikTok Shop resmi diluncurkan di Jepang.
Meskipun TikTok naik pesat, Instagram tetap menjadi platform utama yang tak terbantahkan untuk influencer marketing di beberapa pasar APAC. Di Jepang, Instagram masih menguasai mayoritas aktivitas sebesar 56,4%. Dominasi ini bahkan lebih nyata di Taiwan, di mana platform tersebut menyumbang 57,7% kampanye, dibandingkan dengan 45,3% di Hong Kong yang memiliki bauran platform yang lebih beragam.






