Influencer marketing berbasis performa menjadi norma baru
Meskipun kampanye yang berfokus pada awareness merek tetap mendominasi aktivitas secara keseluruhan, kampanye berbasis hasil di APAC tumbuh stabil selama tiga tahun terakhir. Tahun 2025 menjadi tahun akselerasi yang nyata, di mana kampanye ini mencapai 42,47% dari total aktivitas pemasaran influencer yang terlacak, naik dari 30,67% pada tahun 2024 dan 28,24% pada tahun 2023. Indonesia terus memimpin pergeseran ini di kawasannya, dengan angka dominan sebesar 73,89% kampanye yang berfokus pada hasil terukur di tahun 2025.
Pergeseran ini menggarisbawahi bagaimana merek semakin memanfaatkan influencer untuk mendorong engagement, consideration, dan potensi konversi hilir yang terukur. Hal ini menandakan transisi besar dari influencer marketing sebagai saluran visibilitas semata menjadi saluran yang terintegrasi dengan tujuan commerce dan performa.
Lidyawati Aurelia, Country Manager, Indonesia, AnyMind Group, mengatakan: “Melihat landscape unik di Indonesia, influencer kini menjadi katalisator utama dalam perjalanan belanja masyarakat, mulai dari discovery hingga checkout. Mereka bukan lagi sekadar alat ‘iklan’, tapi sudah menjadi bagian dari infrastruktur penjualan itu sendiri. Laporan kami mengonfirmasi bahwa brand yang sukses adalah mereka yang berani menyelaraskan kampanye influencer dengan target performa yang terukur, memanfaatkan kepercayaan tinggi konsumen lokal terhadap konten video pendek untuk menghasilkan pertumbuhan bisnis yang konkret”






