“Pemerintah jangan hanya datang saat panen raya, tapi menghilang saat kami sedang susah. Kami berharap ada solusi cepat dan nyata, bukan hanya janji,” tegasnya.
Apa Solusinya?
Untuk mengatasi krisis ini, para petani mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Dinas Pertanian untuk:
- Menerjunkan Tim Pengendali Hama secara intensif ke titik-titik yang terdampak.
- Mengadakan pelatihan pengendalian hama terpadu (PHT) agar petani bisa melakukan tindakan pencegahan secara mandiri.
- Memberikan bantuan benih dan pupuk bersubsidi bagi petani yang gagal panen.
- Membentuk Satgas Khusus Penanggulangan Hama Tikus, bekerja sama dengan kelompok tani dan pemerintah desa.
Petani juga berharap agar pihak legislatif dan eksekutif di tingkat kabupaten turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata di lapangan, bukan hanya menerima laporan administratif dari instansi teknis.
Harapan ke Depan
HR dan petani lainnya masih menaruh harapan besar kepada pemerintah agar tidak tutup mata terhadap penderitaan para petani di Jeunieb. Mereka yakin, jika ada perhatian serius dan kerja sama antara petani dan pemerintah, ancaman gagal panen bisa ditekan, dan ketahanan pangan lokal bisa kembali pulih.
“Jangan biarkan kami berjuang sendiri. Kami butuh kebijakan yang pro-petani dan segera dieksekusi. Jika tidak, bukan hanya padi yang mati, tapi harapan kami juga ikut mati,” pungkas HR. ( Hendra )






