Berita  

Duga Penyalahgunaan BLT, Warga Desa Resmi Tinggal Kecam Pemotongan Tanpa Musyawarah

Duga Penyalahgunaan BLT, Warga Desa Resmi Tinggal Kecam Pemotongan Tanpa Musyawarah

Bandung Media Patriot Indonesia.Com

Kertasari – Warga Desa Resmi Tinggal, Kecamatan Kertasari, dihebohkan dengan dugaan penyalahgunaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh pengurus RT dan RW. Pemotongan BLT tanpa musyawarah dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memicu kemarahan warga.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat dan memicu tuntutan klarifikasi serta pengembalikan dana BLT yang dipotong. Menurut laporan, KPM di Kp. Sadasari RT 01 dan RT 03 dipotong BLT-nya tanpa alasan jelas.

“Saya dapat BLT Rp900.000, tapi dipotong Rp420.000 oleh pengurus RT dan RW tanpa musyawarah. Mereka bilang untuk pemerataan ke warga yang tidak kebagian,” kata seorang KPM.

Warga lain juga mengalami hal serupa. “Saya juga dipotong BLT-nya, padahal saya sangat membutuhkan uang itu,” kata warga lainnya.

Baca Juga  Jalani Tes Kesehatan di Kemendagri, ASRI Siap Dilantik Presiden

Kadus (Kepala Dusun) mengaku tidak tahu tentang pemotongan ini, menyatakan desa hanya memfasilitasi tempat. “Saya tidak tahu ada pemotongan BLT, saya akan meminta klarifikasi kepada pengurus RT dan RW,” kata Kadus.

Pengurus RW 01, , telah memberikan klarifikasi bahwa BLT yang dipotong digunakan untuk pemerataan kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan. Namun, warga masih menuntut klarifikasi lebih lanjut dan pengembalikan dana BLT yang dipotong jika memang tidak sesuai dengan prosedur.

TKSK Kertasari juga memberikan klarifikasi lewa WA bahwa mereka tidak pernah memotong bantuan BLT dan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh PT Pos ke penerima.

Penulis: Tedi Kusnadi Kabiro Bandung Editor: Admin