Berita  

“Topo Wido Sinjang Rambut” Kisah Legendaris Ratu Kalinyamat.

“Topo Wido Sinjang Rambut” Kisah Legendaris Ratu Kalinyamat.

Pada tahun 1549, Pangeran Hadlirin tewas dibunuh oleh Arya Penangsang (Adipati Jipang), yang saat itu tengah berupaya merebut takhta Demak. Peristiwa tragis ini, ditambah dengan pembunuhan kakaknya, Sultan Prawata, mendorong Retna Kencana untuk bersumpah membalas dendam dan mencari keadilan.

Setelah Arya Penangsang tewas di tangan Sutawijaya, Retna Kencana dinobatkan sebagai penguasa tunggal Jepara pada 10 April 1549 dengan gelar Ratu Kalinyamat. Setelah berkuasa, fokusnya beralih dari konflik internal ke ancaman eksternal, yaitu hegemoni Portugis.

Perjuangan Melawan Portugis

Perjuangan utama Ratu Kalinyamat adalah mengusir bangsa Portugis yang saat itu telah menguasai Malaka (sejak 1511) dan mengancam stabilitas serta jalur perdagangan maritim Nusantara. Beliau memposisikan Jepara sebagai Poros Maritim yang kuat untuk melawan kolonialisme Portugis.

Baca Juga  Dana Desa 2026 Diprioritaskan untuk BLT hingga Program Koperasi Merah Putih

Bagaimana Ratu Kalinyamat Memperjuangkannya:

Ekspedisi Militer ke Malaka (1551): Ratu Kalinyamat mengirimkan ekspedisi militer pertamanya ke Malaka untuk membantu Kesultanan Johor melawan Portugis. Armada ini terdiri dari 40 kapal perang yang membawa sekitar 4.000 hingga 5.000 prajurit Jawa. Meskipun ekspedisi ini gagal total karena menghadapi persenjataan dan benteng yang lebih unggul, kegagalan ini tidak menyurutkan semangat Ratu.

Bantuan Militer ke Ambon (1565): Beliau mengirimkan 300 kapal yang membawa 15.000 prajurit ke Maluku (Ambon) untuk membantu masyarakat Hitu menghadapi gangguan Portugis dan kaum Hative.