Berita  

Pariwisata Karo Tercoreng Pungli Pariban: Penegakan Hukum Mandul di Hadapan Kelompok ‘Ber alias Lin’?

Pariwisata Karo Tercoreng Pungli Pariban: Penegakan Hukum Mandul di Hadapan Kelompok ‘Ber alias Lin’?

Wisatawan Diperas di Jalur Pariban, Citra Pariwisata Hancur Akibat Dugaan Pembiaran Aparat

Premanisme Jalanan Ancam Wisata Berastagi: Penutupan Pos Retribusi Hanya Formalitas Belaka?

Pos Ditutup Sementara, ‘Ri alias Ko’ Tetap Pungli Wisatawan Pariban: Bukti Premanisme Kebal Hukum di Tanah Karo?

Arogansi ‘Ri alias Ko’ Cegat Wisatawan Pariban, Anggap Remeh Kesepakatan Penutupan Pos Retribusi

Darurat Premanisme di Jalur Wisata Pariban: Pos Ditutup, Pengutipan Liar Terus Berjalan Bebas

Premanisme Berkedok Retribusi di Pariban: Kasat Intel Cuma ‘Ceklis Biru’, Polisi Diduga Tutup Mata

Merasa Kebal Hukum, Oknum Terus Beraksi di Pariban Saat Upaya Konfirmasi ke Polres Tanah Karo Bertepuk Sebelah Tangan

Pungli Pariban Terus Berlanjut: Negara Absen, Petinggi Polres Tanah Karo Pilih Abaikan Konfirmasi Media

Baca Juga  AIIP Luncurkan Whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia: Mendorong Kolaborasi Ekosistem untuk Percepatan Adopsi AI Nasional"

Merasa Kebal Hukum, Oknum Ri alias Ko alias Tarigan Tetap Pungli Wisatawan Pariban, Tiga Petinggi Polres Tanah Karo Pilih Bungkam

KARO,— Kesepakatan penutupan sementara pos retribusi di jalur menuju objek wisata Pemandian Air Panas Pariban, Kabupaten Karo, tampaknya hanya sekadar formalitas di atas kertas. Di lapangan, praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme masih terus berlangsung secara terang-terangan. Aksi ini tidak hanya terus mencederai nama baik destinasi wisata Pariban, tetapi juga memperkuat dugaan adanya pembiaran sistematis oleh aparat penegak hukum setempat.