“Tampilan yang disajikan warga merupakan wujud budaya dari berbagai daerah di Nusantara,”ungkap Hendro. Maka penampilan peserta cukup beragam sesuai dengan tema yang diusung.
Dibelakangnya terdapat lembaga pendidikan yang ada di Sendangharjo, yakni SDN 1 Sendangharjo, SDN 2 Sendangharjo, TK Pertiwi dan TK Tunas Rimba 2 Blora.
Dibelakangnya adalah barisan peserta umum dari dukuhan-dukuhan di desa Sendangharjo. Selain penampilan gerak dan lagu, juga terdapat replika patung hewan dan tokoh-tokoh.
Ada tari Dayak sebagai presentasi Nusantara baru yang ada di Kalimantan, lengkap dengan pasukan pulu-pulu. Ada juga tari Kecak dari Bali yang ditampilkan dengan rancak. Dibelakangnya ada patung ogoh-ogoh berukuran besar.
Karnaval desa Sendangharjo juga dihadiri oleh Camat Blora, Hadi Parseno, SE, Kapolsek Blora Kota, AKP Rustam, serta Danramil Blora Kota, Kapt Inv Subeno. Mereka duduk di panggung kehormatan bersama Kades Wiwik Suhendro.
Hendro juga berharap agar karnaval ini bisa menyatukan warga desa Sendangharjo dan kedepannya bisa tampil lebih baik lagi. “Pungkasnya”






