Ketua Lesbumi PCNU Blora, Dalhar Muhammadun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan jembatan antara riset sejarah dan ruang kebudayaan publik.
“Selama riset, kami menemukan banyak hal baru tentang perjalanan NU Blora — dari foto dokumenter, manuskrip, arsip, hingga sumber-sumber lisan. Pameran ini adalah bentuk diseminasi dari riset tersebut, dan peringatan Hari Santri menjadi momentum yang paling tepat untuk mengekspresikannya,” ujarnya.
Sementara, Imam Ali Bashori, selaku Ketua LTN PCNU Blora menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan di lingkungan santri.
“Kami ingin menjadi bagian dari upaya melestarikan dan menyebarluaskan keilmuan yang telah menghiasi tradisi santri,” tuturnya.
Selain Lesbumi dan LTN, berbagai badan otonom dan lembaga di lingkungan PCNU Blora turut berpartisipasi aktif dalam memeriahkan Pekan Raya Hari Santri 2025 sebagai bentuk dukungan, aspirasi, dan apresiasi terhadap gerakan santri di tingkat lokal.
Kegiatan sosial seperti Khitanan Massal Gratis, Pelatihan Pemeliharaan Ayam Petelur Skala Rumahan, Donor Darah, serta Bazaar UMKM Santri dilaksanakan melalui kerja sama lintas lembaga, antara lain LKK PCNU, LazisNU,Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU–IPPNU dan GP Ansor Blora
Melalui sinergi tersebut, Pekan Raya Hari Santri Nasional 2025 diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang menghubungkan tradisi keilmuan, praktik kebudayaan, dan aksi sosial masyarakat santri. Lesbumi dan LTN NU Blora menegaskan bahwa santri hari ini bukan hanya pewaris nilai, tetapi juga pelaku peradaban yang terus membaca dan menulis ulang sejarahnya. tuturnya






