Ketika pemimpin menunjukkan ketidakmampuan untuk bersikap tegas pada pelanggaran etika, standar moral organisasi akan turun drastis. Para bawahan akan berpikir, “Jika pemimpin saja tidak paham aturan, mengapa kita harus taat?” Kekosongan wibawa ini mengundang para predator anggaran untuk berpesta.
Kesimpulan: Integritas Membutuhkan Intelektualitas
Kita perlu merevisi cara pandang kita dalam memilih pemimpin. Orang baik saja tidak cukup. Kita memerlukan orang baik yang cakap.
Korupsi tidak selalu lahir dari niat jahat pemimpinnya, tapi sering kali lahir dari ketidakmampuan pemimpin untuk menciptakan sistem yang anti-korupsi. Melawan korupsi bukan hanya soal menangkap pencuri, tetapi mencegah orang yang tidak kompeten memegang kemudi kekuasaan.
Sebab pada akhirnya, inkompetensi adalah pintu gerbang, dan korupsi adalah tamu tak diundang yang masuk melaluinya.
( Tim)






