JAKARTA — Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui subholding Supporting Co, PTPN I, perusahaan mendapat mandat untuk masuk ke bisnis komoditas tanaman pangan semusim, khususnya singkong dan jagung.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap isu stabilitas harga, kontinuitas pasokan, serta pemberdayaan petani yang masih menjadi tantangan pada kedua komoditas tersebut. Dengan dukungan aset lahan lebih dari 1,1 juta hektare, PTPN I akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan bersama komoditas lainnya seperti karet, kelapa, teh, kopi, tembakau, pala, kakao, singkong, jagung, dan bawang putih.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah melalui Kementerian BUMN kepada perusahaan untuk menjadi bagian dari solusi atas dinamika komoditas pangan nasional.
“Kemarin kita mendapat mandat untuk menjadi pengembang kelapa dan pala. Hari ini, kita mendapat tambahan mandat dari pemerintah, yakni masuk ke bisnis singkong dan jagung. Kita tahu, singkong dan jagung saat ini didominasi petani. Kemampuan petani kita sangat kuat, tetapi ada masalah pada fluktuasi harga yang sangat merugikan petani. Saat panen raya, harga jatuh, bahkan untuk biaya panen saja tidak cukup,” kata Teddy dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 H bersama karyawan di Jakarta, Senin (30/3/2026).






