Kementerian PU Percepat Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh Akibat Banjir

Kementerian PU Percepat Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh Akibat Banjir

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak cepat menangani dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh pada akhir November 2025 lalu. Fokus utama penanganan saat ini adalah percepatan mobilisasi dan pemasangan jembatan Bailey sebagai solusi darurat guna memulihkan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus. Langkah ini diambil untuk memastikan akses logistik, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar karena berdampak langsung pada denyut nadi ekonomi dan sosial masyarakat.

“Atas arahan Bapak Presiden, seluruh sumber daya Kementerian PU bergerak maksimal untuk memastikan akses darat dapat segera pulih. Kami terus bekerja karena ini menyangkut mobilitas warga, distribusi bantuan, dan aktivitas pemulihan di lapangan,” ujar Menteri Dody.

Baca Juga  Soroti Kebutuhan Desain Dalam Marketing Digital, MAXY Academy Gelar Pelatihan Desain Gratis

Berdasarkan pemetaan lapangan oleh Kementerian PU, bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan putusnya 15 unit jembatan di sejumlah ruas jalan nasional. Untuk menanggulangi kondisi tersebut, Kementerian PU menetapkan kebutuhan jembatan Bailey sebanyak 18 unit untuk memperbaiki seluruh jembatan yang putus di Provinsi Aceh. Saat ini, sebanyak 8 unit telah tersedia dan terpasang di lokasi prioritas, sedangkan 10 unit sisanya sedang dalam tahap produksi dan pengiriman.