Purwakarta 03/12/2022
Program Bantuan Pemerintah Pusat melalui Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di keluhkan oleh Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Desa Tegalsari Kecamatan Tegalwaru, pasalnya uang BPNT Rp.600.000-, yang mereka serahkan ke Ketua Kelompok di duga kuat tidak sesuai dengan jumlah sembako mereka terima.
Hal tersebut di ungkapkan SR (45th) salah satu warga penerima BPNT di Desa Tegalsari, saat di mintai keterangan mengatakan bahwa “saya mendapatkan bantuan tersebut berupa Beras 3 karung, buah pir 10 biji, Kentang 1 kg, telor 1 kg dan kacang tanah 2 bungkus, jika di hitung-hitung jumlah keseluruhan sembako BPNT nya tidak akan mungkin mencapai Rp.600.000-, ” jelasnya.
Belum lagi beras yang satu karungnya di minta lagi katanya untuk di bagikan ke warga lain yang tidak menerima bantuan, entah benar apa tidak saya sendiri tidak tahu, tambahnya lagi.”
Senada dengan Sr, Ny (47th) menjelaskan uang yang di terima dari PT. POS sebesar Rp.900.000-, setelah di rumah uang BPNT Rp.600.000-, di arahkan untuk di serahkan ke Ketua Kelompok untuk membayar sembako, namun setalah di hitung2 ternyata SEMBAKO yang saya terima tidak sesuai dengan uang yang saya keluarkan sebesar Rp.600.000-,”jelasnya. ”
Ati salah Ketua Kelompok saat di konfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan jika tugasnya hanya mengumpulkan uang Rp.600.000-, dari KPM di kelompoknya sesuai arahan pihak Desa, kemudian uang tersebut di berikan kepada salah satu staf desa, jelasnya.”







