Berita  

Pernyataan Sikap Petani Kabupaten Bekasi, Kecewa Bantuan Petani Tak Kunjung Tiba Pasca Bencana Hidrimeteorologi

Pernyataan Sikap Petani Kabupaten Bekasi, Kecewa Bantuan Petani Tak Kunjung Tiba Pasca Bencana Hidrimeteorologi

Bekasi- mediapatriotindonesia.com
Hampir Genap sebulan setelah Kabupaten Bekasi di tetapkan berstatus tanggap darurat bencana Hidrometeorologi oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi penetapan status tersebut melalui zoom meeting di Command Centre, Diskominfosantik, Komplek Pemda, Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa (28/2/2023).

Bencana Hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Bekasi telah merendam ratusan hektar lahan persawahan yang telah masuk waktu masa tumbuh. Hingga membuat petani mengalami kerugian.

Belum lama ini Kehadiran Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo didampingi oleh Sri Enny Mariati (ASDA 1) Kabupaten Bekasi di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya (05/02/2023).

Dalam kunjunganya Menteri Pertanian berjanji akan membantu para petani dalam meningkatkan kualitas produksi padi untuk mendorong ketahanan pangan Nasional.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Lakukan Monev Pembangunan Samsat Kota Tasikmalaya, Warga Apresiasi dan Harapkan Evaluasi Menyeluruh

Kemudian ±1 Bulan Kabupaten Bekasi Dilanda cuaca Ekstrim yang mengakibatkan terjadinya Bencana Banjir berdampak pada sejumlah sektor pertanian, salah satunya adalah Pertanian dengan tanaman padi yang terendam air antara 40-80 Cm, tercatat ada sekitar ± 20.000Ha sawah yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan survei lapangan Mayoritas usia Tanam padi dipersawahan berkisar antara 15-30 hari Usia Tanam. Terdata oleh Petani Penggerak Gotong Royong PGR Banjir terparah berada di Kecamatan Pebayuran, Sukatani, Kedungwaringin, Sukakarya, Cabangbungin, Babelan, Tambelang dan Sukawangi.

Penulis: Shndy M