Mahasiswa didorong memahami tantangan bisnis nyata untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang
Jakarta, 31 Maret 2026 – Di tengah percepatan transformasi industri
global dari elektrivikasi hingga rantai pasok, Indonesia menghadapi satu
tantangan krusial yakni memastikan talenta yang dihasilkan tidak hanya siap
kerja, juga siap menghadapi kompleksitas dunia bisnis secara nyata.
Data Badan Pusat Statistik
(BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan universitas
masih menjadi perhatian dengan nilai 5,39% pada tahun 2025. Sementara itu,
laporan World Economic Forum memproyeksikan bahwa 39% keterampilan inti tenaga
kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan, menegaskan kesenjangan antara
dunia akademik dan kebutuhan industri kian nyata. Menjawab tantangan tersebut,
kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri bukan lagi pilihan namun
merupakan kebutuhan strategis.
Dari teori ke realitas industri
Melalui kemitraan BINUS
Internasional program International Business dan perusahaan Bosch di Indonesia,
mahasiswa tidak hanya belajar konsep, namun juga diajak langsung membedah
tantangan bisnis yang riil, mulai dari strategi adaptasi pasar lokal hingga
dinamika rantai pasok industri global, antara lain:
Masa Depan Mobilitas: Peralihan menuju kendaraan listrik
dan hidrogen sebagai masa depan industri otomotif global termasuk di
Indonesia.Strategi Adaptasi Lokal: Pentingnya pendekatan
“local-for-local”, di mana produk dan strategi disesuaikan untuk menjawab
permintaan unik pasar domestik.Resiliensi Rantai Pasok: Studi kasus mengenai
keputusan investasi strategis, diantaranya pada industri semikonduktor,
sebagai respon terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global.






