Berita  

Menahan Harap di Awal Tahun Ajaran, Para Keuchik di Bireuen Menunggu Cairnya Jerih Tiga Bulan

Menahan Harap di Awal Tahun Ajaran, Para Keuchik di Bireuen Menunggu Cairnya Jerih Tiga Bulan

Bireuen, Media Patriot Indonesia


Suara harapan terdengar lirih dari sejumlah Keuchik (kepala desa) di Kabupaten Bireuen. Di tengah kebutuhan yang terus mendesak—terutama menjelang tahun ajaran baru anak-anak mereka—para Keuchik berharap jerih (gaji) yang sudah tertunda selama tiga bulan segera dicairkan.

Seorang Keuchik yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada Media Patriot Indonesia, Kamis (10/7/2025), bahwa biasanya jerih mereka sudah cair pada bulan Mei. Namun hingga pertengahan Juli ini, belum ada kepastian kapan dana itu akan mereka terima.

“Anak-anak mulai masuk sekolah. Kami butuh beli seragam, buku, sepatu. Kami bingung harus cari ke mana. Terpaksa kami berutang kepada tetangga atau saudara. Tapi sampai kapan harus begini?” ucapnya dengan nada lirih.

Baca Juga  Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi Berangkat Ke Solo Untuk Berikan Support Bagi Atlit NPCI Dari Kabupaten Bekasi Untuk Kontingen Peparnas Jawa Barat

Tertundanya pembayaran jerih bukan hanya menyulitkan kebutuhan pendidikan anak, namun juga memukul ekonomi rumah tangga para Keuchik. Banyak di antara mereka mengaku harus menahan malu karena harus terus-menerus berutang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini tentu menambah beban psikologis para Keuchik yang sejatinya menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Di satu sisi, mereka dituntut untuk terus bekerja dan melayani publik. Namun di sisi lain, mereka sendiri kesulitan menghidupi keluarga mereka.

“Kami bukan menuntut lebih, hanya meminta hak kami sendiri. Kami tetap bekerja, hadir dalam rapat, melayani masyarakat. Tapi jerih kami belum juga turun,” ujar Keuchik lainnya dengan mata berkaca-kaca.

Penulis: Hendra S Kabiro Bireun Aceh Editor: Admin