Aris Sudewo, CEO Nuon, mengatakan, “Pasar gim di Indonesia saat ini sangat kompetitif, oleh karena itu penting bagi studio gim untuk memiliki keunikan tersendiri. Di Nuon, kami berkomitmen mendukung studio binaan kami dalam mencapai Product Market Fit dengan memberikan akses kepada feedback langsung dari pengguna. Kami memberikan kesempatan melalui berbagai event, baik internal maupun eksternal, untuk membantu studio mengembangkan produk yang relevan dan inovatif.”
“Tren dalam industri gim sangat fluktuatif, dan iterasi yang terus menerus adalah kunci untuk mempertahankan positioning produk gim di tengah pasar yang kompetitif. Pemerintah berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem gim lokal melalui kebijakan dan regulasi yang memadai, agar studio gim Indonesia dapat terus berkembang.”, ucap Luat Sihombing, sebagai Ketua Tim Program Game, Animasi, dan Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Pada sesi Play-Test, para peserta diajak untuk melakukan game Play-Test beberapa gim, seperti “Demyth” dari Anigma Verse, “Wanaloka” dari Digikagi, “Ghost Inc” dari Sankalpa Games, “Seed of Galunggung” dari Cikara Studio, “Last One : Behind the Choice” dari Dragon Emperor Studio, “Luxman Moonlit Market” dari Inner Sight Games, “Null Horizons” dari Hexa Play, “Red Covenant” dari Forge Fun dan “DreadHaunt” dari Digital Happiness dan Nuon Games. Agenda ini disambut antusias oleh peserta yang turut berinteraksi langsung dengan para pengembang selama sesi Play-Test.






