Feni menambahkan, selain kereta ekonomi subsidi, KAI Daop 6 juga mencatat kesuksesan 2 (dua) kereta ekonomi komersial yang memiliki okupansi di atas 100 persen. Kedua kereta ekonomi tersebut adalah kereta ekonomi KA Joglosemarkerto dengan nomor KA 187 dan 193.
Kereta ekonomi KA Joglosemarkerto (187) relasi Stasiun Solobalapan – Semarang Tawang – Purwokerto – Yogyakarta – Solobalapan mencatat okupansi sebesar 218%, terjual 145.214 tempat duduk dari kapasitas yang disediakan sebanyak 66.480 tempat duduk.
Sedangkan, kereta ekonomi KA Joglosemarkerto (193) relasi Stasiun Solobalapan – Yogyakarta – Purwokerto – Semarang Tawang – Solobalapan mencatat okupansi sebesar 217%, terjual 144.590 tempat duduk dari kapasitas yang disediakan sebanyak 66.480 tempat duduk.
Feni menambahkan, seluruh capaian ini memperkuat posisi kereta api khususnya kelas ekonomi sebagai tulang punggung transportasi publik terlebih pada momen dengan mobilitas tinggi seperti Libur Panjang, Lebaran, Natal, dan lainnya. Sesuai komitmen KAI, layanan KA ekonomi tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
Layanan ini juga hadir sebagai solusi mobilitas yang ramah di kantong masyarakat. Selain efisien tentunya kereta api menjadi moda transportasi yang selalu diandalkan berkat capaian ketepatan waktu yang sangat baik serta faktor keselamatan yang dapat diandalkan.





