Bireuen, Media Patriot Indonesia
Pasca bencana alam banjir yang melanda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu, SMK Negeri 1 Peusangan kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sekolah kejuruan tersebut sangat mengharapkan bantuan alat berat dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membersihkan lumpur tebal yang hingga kini masih menggenangi lingkungan sekolah.
Berdasarkan pantauan media ini pada Sabtu, 13 Desember 2025, lumpur setinggi sekitar setengah meter masih menutupi hampir seluruh area sekolah. Meski setiap hari pihak sekolah bersama para guru dan tenaga kependidikan terus melakukan pembersihan secara gotong royong, upaya manual tersebut belum membuahkan hasil yang berarti. Tenaga manusia dinilai tidak lagi mampu menghadapi dahsyatnya endapan lumpur pascabanjir.
Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Joko Triyanto, kepada media ini menyampaikan bahwa kondisi sekolah mereka sangat sulit untuk dipulihkan tanpa bantuan alat berat.
“Pembersihan tidak mungkin dilakukan secara manual. Lumpur terlalu tebal dan berat. Tidak satu pun peralatan elektronik, buku, maupun meja belajar di setiap rombongan belajar yang bisa diselamatkan,” ujarnya dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Joko Triyanto menegaskan bahwa SMK Negeri 1 Peusangan merupakan salah satu sekolah jenjang SMK yang terdampak paling parah akibat banjir lumpur tersebut. Kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar, angka yang tidak kecil bagi dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat menumbuhkan harapan masa depan generasi muda.






