Bisnis  

SEO Mulai Ditinggalkan? Avonetiq Perkenalkan AI Visibility Optimization (AVO) untuk Brand

SEO Mulai Ditinggalkan? Avonetiq Perkenalkan AI Visibility Optimization (AVO) untuk Brand

Jika sebelumnya brand berlomba-lomba menempati halaman pertama mesin pencari melalui strategi Search Engine Optimization (SEO), sistem pencarian digital kini telah berubah.

Pengguna internet sekarang mendapatkan jawaban instan dari sistem berbasis kecerdasan buatan seperti Google AI Overviews dan ChatGPT, tanpa harus mengklik tautan ke situs web mana pun.

Perubahan perilaku ini bukan sekadar tren sementara. Laporan SparkToro menunjukkan sekitar 58% pencarian Google berakhir tanpa klik ke website eksternal.

Artinya, lebih dari separuh proses pencarian berhenti di halaman hasil pencarian itu sendiri. Bagi brand, ini berarti traffic organik bukan lagi satu-satunya indikator visibilitas digital.

Pergeseran ini menandai perubahan besar pada cara brand ditemukan. Jika sebelumnya persaingan terjadi pada posisi peringkat, kini kompetisi bergeser pada kredibilitas dan kepercayaan.

Baca Juga  Hari Pertama Posko Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Angkut 3.226 Penumpang

“SEO aja udah nggak cukup. Sekarang pengguna bertanya pada AI dan langsung menerima ringkasan jawaban. Yang akan muncul bukan sekadar yang paling optimal secara teknis, tetapi yang paling dipercaya oleh sistem,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder & Managing Partner Avonetiq, digital authority firm yang berfokus pada penguatan otoritas brand di era AI.

Menurutnya, sistem AI bekerja dengan cara yang berbeda dari mesin pencari tradisional. Alih-alih sekadar memberikan peringkat halaman berdasarkan kata kunci dan backlink, AI menyaring berbagai sumber, mengevaluasi konsistensi informasi, dan merangkum referensi yang dinilai paling kredibel.