BLORA, JATENG, Media Patriot Indonesia – Selama janji dari Dirut Bulog belum dipenuhi, gelora semangat juang para petani tebu dan para pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora terus membara dan tidak pernah padam sebelum janji Dirut Bulog kepada para petani tebu yang didengar dan disaksikan oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, SIP., MSi, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini dan Ketua DPRD Blora H. Mustopa S.Pd.I., di ruang pertemuan kantor Bulog Pusat Jakarta pada Januari 2026 lalu.
Demikian hal itu diungkapkan Drs. H. Sunoto, Ketua APTRI Kabupaten Blora, Rabu, 1 April 2026 saat menggelar pertemuan khusus di Cafe KUMA Jl. Bayangkara Gang Perdamain Nglawiyan RT 3 RW 6 Kelurahan Karangjati Blora.
Pertemuan itu diberi label “Diplomasi Kuliner” untuk membangun konsolidasi dan meneguhkan komitmen serta menumbuhkan semangat juang ‘45, yaitu pantang menyerah dan rela berkorban untuk memperjuangkan nasib para petani tebu yang saat ini diujung tanduk kehancuran sebagai dampak salah kelola oleh pihak managemen PT. GMM Bulog.
Tuntutan yang dilakukan dengan aksi damai oleh para petani yang tergabung APTRI Blora yang akan digelar Kamis 2 April 2026 di Alun-alun Blora adalah :
- PT GMM Bulog segera memperbaiki dua buah boiler rusak berat sehingga dapat melaksanakan giling tebu 2026.
- Segera dilaksanakan reformasi total diinternal personil managemen PT. GMM Bulog diganti oleh petugas yang profesional, berintegritas dan memiliki dedikasi serta loyalitas yang tinggi untuk memakmurkan petani tebu.
- Hidupkan kembali tripartit hubungan harmonis dalam mewujudkan kemitraan antara para petani tebu, pihak managemen PT GMM Bulog dan Pemerintah Daerah.
- Jika Bulog sudah tidak mampu dan sanggup melaksanakan pengelolaan Pabrik Gula GMM silahkan untuk dilepas atau dijual ke pihak swasta yang sanggup mewujudkan pengelolaan secara profesional yang membuat para petani tebu meningkat kesejahteraannya.
Sunoto juga menjelaskan baru saja diundang rapat oleh pihak kepolisian.
Ia menjelaskan secara lengkap dan rinci rencana aksi damai.
Perkembangan terbaru peserta aksi damai akan diikuti oleh 3.000 peserta diantaranya para petani tebu, para driver atau sopir angkut tebu, penebang,tenaga kebun dan warga ring satu.
Dilengkapi 182 buah armada truk, 3 buah jonder,2 buah sound, dan 4 kelompok barongan.






