Hapesong — Dalam situasi bencana longsor yang terjadi di wilayah operasionalnya, PTPN IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) mengambil serangkaian langkah cepat untuk memastikan para pekerja dan keluarga yang terdampak tetap memperoleh perlindungan dan pendampingan yang memadai. Perusahaan menegaskan bahwa aspek kemanusiaan menjadi pijakan utama dalam setiap respons terhadap musibah.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa keselamatan serta masa depan keluarga karyawan tidak dapat dinegosiasikan. “Kami tidak akan membiarkan keluarga karyawan menghadapi situasi sulit seorang diri. PalmCo hadir untuk memastikan mereka tetap terlindungi,” ucapnya, Jumat (5/12/2025).
Senada dengan itu, Direktur Keuangan PalmCo, Hilda Savitri, menekankan bahwa dukungan moral dan bantuan konkret harus berjalan seiring. “Ini bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi tanggung jawab kemanusiaan. Kami ingin memastikan setiap keluarga korban benar-benar mendapat perhatian yang layak,” kata Hilda.
Beasiswa dan Pendampingan Berkelanjutan
Salah satu penerima manfaat adalah Suci Alvia Insani (18), mahasiswa IPTS Padangsidempuan yang ayahnya, Misman, petugas Global Telling di Kebun Hapesong, meninggal akibat bencana tersebut. PalmCo memberikan beasiswa pendidikan dan bantuan tunai untuk menjamin kelangsungan kuliah Suci.
Tidak hanya bantuan finansial, Suci kini menjadi anak asuh perusahaan. Melalui skema ini, PalmCo berkomitmen memberikan pendampingan hingga Suci menyelesaikan pendidikan tingginya. Bagi perusahaan, investasi pada pendidikan anak-anak karyawan yang terdampak merupakan cara menjaga harapan masa depan keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.






