REMBANG, ( JATENG), Media Patriot Indonesia –
Sekira 800 orang nelayan dari Kabupaten Rembang, Rabu sore (17 Desember 2025) berangkat demo ke Jakarta, untuk mengikuti aksi damai solidaritas nelayan Indonesia.
Ketua Asosiasi Nelayan Jaring Tarik Berkantong “Bhaita Adhiguna” Rembang, Lestari Priyanto menjelaskan ada 6 tuntutan yang digelorakan, diantaranya :
Menolak PP Nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur.
Menetapkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) maksimal 3 % dari pendapatan bersih.
Menolak kewajiban pemasangan alat vessel monitoring system (VMS) bagi kapal di bawah bobot 30 GT.
Menghapus pajak bumi dan bangunan (PBB) laut.
Menetapkan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan.
Lindungi nelayan dari kriminalisasi.
Lestari secara khusus menyoroti besaran PNBP yang mencekik nelayan, karena dianggap terlalu tinggi.
“Saat ini kan 10 %, kami mendesak turun menjadi 3 %. Selain itu BBM solar, kami ingin ada harga khusus nelayan,” terangnya.
Lestari menimpali titik kumpul keberangkatan nelayan dari Rembang, tersebar di 7 lokasi.
“Ada di depan SMP N 1 Rembang, Pacar, Pasar Banggi, Kramatan, Ngujung, Tanjungsari, Pabean. Totalnya 23 bus,” kata Lestari.
Nelayan Kabupaten Rembang akan Bersatu dengan nelayan dari daerah lain, mengatasnamakan Aksi Damai Solidaritas Nelayan Indonesia.
Aksi demo belasan ribu nelayan dimulai hari Kamis (18/12) pukul 09.00 Wib. Sasarannya kawasan sekitar Istana Negara serta Kantor Kementerian Kelautan Dan Perikanan. tegasnya






