JAKARTA–Media Patriot Indonesia
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) lanjutan dan pendalaman, yang sekaligus menjadi kegiatan perdana pelatihan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Jaya, Senin (5/1) di Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya lantai 9, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 calon anggota PWI Jaya dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum PWI Jaya, Arman Suparman, mewakili Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo. Dalam sambutannya, Arman Suparman menegaskan pentingnya OKK dan SJI sebagai fondasi pembentukan wartawan profesional yang tidak hanya memahami teknis jurnalistik, tetapi juga etika dan tanggung jawab sosial pers.
Rangkaian acara dipandu oleh Haresti Asysy Amrihani, selaku penanggung jawab Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Jaya. Ia menjelaskan bahwa SJI merupakan lembaga pendidikan di bawah PWI yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi anggota secara berkelanjutan.
“SJI hadir sebagai ruang pembelajaran bagi wartawan agar mampu menjawab tantangan zaman. Perkembangan teknologi, perubahan pola konsumsi informasi, serta tuntutan profesionalisme menuntut peningkatan kapasitas yang terus-menerus,” ujar Haresti, kandidat doktor komunikasi.
Sesi diskusi diisi oleh dua narasumber. Jumar Sudiyana, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI Jaya, menyampaikan materi mengenai Kode Etik Jurnalistik, dengan penekanan pada integritas, independensi, dan tanggung jawab wartawan dalam menyampaikan informasi kepada publik.






