BLORA, ( JATENG),Media Patriot Indonesia –
Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah satu anggotanya, Mohammad Bimo Saputra (17), warga Dukuh Blancir, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Korban meninggal dunia pada Jumat dini hari dan diduga menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok balapan liar.
Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Layang Ganefo Mranggèn, Kabupaten Demak, dan menimbulkan keprihatinan luas, khususnya terkait maraknya kekerasan jalanan yang mengancam keselamatan generasi muda.
Sebagai respons atas kejadian tersebut, PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah merilis lima imbauan kepada seluruh anggotanya di wilayah Jawa Tengah. Imbauan itu tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman, bersama Sekretaris Ghufron, S.HI.
Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, Arief Rohman, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Pagar Nusa sekaligus keprihatinan bersama atas meningkatnya kekerasan jalanan.
Organisasi pun menyatakan sikap dengan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian agar diusut secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Selain itu, Pagar Nusa Jawa Tengah mendorong peningkatan upaya pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas balapan liar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Organisasi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, menolak segala bentuk kekerasan jalanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan publik.






