Bireuen, Media Patriot Indonesia
Pasca bencana banjir yang melanda wilayah Bireuen, tumpukan sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik, terutama di kawasan Pasar Rakyat Cureh. Kondisi tersebut menimbulkan bau busuk yang menyengat dan mengganggu kenyamanan pengunjung serta aktivitas jual beli di pasar.
Pantauan media ini, Kamis (18/12/2025), tumpukan sampah tampak berada di tengah area pasar dan belum diangkut selama dua hari terakhir. Seorang warga setempat, Basri (40), mengatakan bahwa biasanya sampah di pasar tersebut rutin diangkut setiap hari.
“Sudah dua hari ini sampah tidak diambil. Bau sangat menyengat dan membuat pembeli tidak nyaman,” ujarnya.
Basri mengkhawatirkan jika kondisi ini terus dibiarkan, Pasar Rakyat Cureh akan kehilangan pembeli karena tidak sanggup menahan bau menyengat. Selain berdampak pada kesehatan, situasi ini juga dinilai dapat mengancam perekonomian para pedagang setempat.
Menanggapi hal tersebut, ASN Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bireuen, Taufik, menjelaskan bahwa keterlambatan pengangkutan sampah disebabkan oleh longsor yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pasca banjir.
“Sejak banjir, akses dan lokasi TPA mengalami longsor. Saat ini sedang dalam proses perbaikan, sehingga kami meminta masyarakat untuk bersabar,” jelasnya.
Pihak terkait berjanji akan segera menormalisasi kembali pengangkutan sampah agar aktivitas pasar dan kenyamanan masyarakat dapat kembali pulih. (Hendra)






