BLORA, JATENG, Media Patriot Indonesia –
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan keterbukaan informasi, integritas pejabat publik kini berada di bawah pengawasan ketat masyarakat.
Memegang teguh prinsip “Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung,” empat pejabat teras asal Kabupaten Blora berhasil membuktikan dedikasinya melalui raihan penghargaan bergengsi Abdi Nagari Award 2026.
Acara yang diinisiasi oleh Radar Kudus Jawa Pos ini berlangsung khidmat di Grand Muria Hall, Hotel @Hom Kudus.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Kudus sekaligus Direktur Jawa Pos TV Jawa Tengah, Baehaqi, kepada total 28 penerima.
Daftar Penerima Penghargaan dari Kabupaten Blora
Empat tokoh dari “Bumi Blora Mustika” yang dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi daerah adalah:
- Komang Gede Irawadi, SE., M.Si.
Jabatan : Sekretaris Daerah Kab. Blora
Kategori Penghargaan: Tokoh Pendorong Transparansi & Keterbukaan Informasi Publik. - Mahbub Djunaidi, S.Pd., M.Si.
Jabatan : Kepala Bapperida Blora
Kategori Penghargaan : Tokoh Inspiratif Peduli Pembangunan Daerah Lebih Kreatif. - Edi Widayat, S.Pd., M.Kes., MH.
Jabatan : Kepala Dinas Kesehatan Daerah Blora
Kategori Penghargaan : Tokoh Pendorong Layanan Kesehatan secara Masif & Inklusif - Ngaliman, SP., MMA.
Jabatan : Kepala DP4 Blora.
Kategori Penghargaan : Tokoh Komitmen Kedaulatan Pangan melalui Inovasi Pertanian Organik & Petani Milenial.
Pergeseran Paradigma Media: Good News is Good News
Dalam sambutannya, Baehaqi menekankan bahwa para penerima penghargaan adalah figur abdi negara yang memiliki dedikasi tinggi serta ikhlas dalam melayani masyarakat.
Ia juga menyoroti tantangan di era kebebasan berpendapat di mana budaya menghujat dan hoaks kerap muncul.
“Setiap tindakan adalah perjuangan, setiap keputusan mengandung tanggung jawab, dan setiap kebijakan akan menjadi jejak digital yang abadi. Oleh karena itu, birokrat harus bijaksana dalam menerima kritik,” ujar Baehaqi.
Ia menambahkan bahwa melalui ajang ini, Jawa Pos Radar Kudus konsisten menerapkan paradigma baru: “Good News is Good News”, yakni memberikan ruang bagi kabar baik dan prestasi untuk menginspirasi publik.





