SAMBONG, BLORA, Media Patriot Indonesia, Senin ( 3 – Maret – 2026) – Istri Mantan Pegawai SPBU 44.583.02 Pojokwatu Sambong Blora, Bongkar Praktek Mafia BBM Pertalite Bersubsidi di SPBU
BLORA – Tabir gelap praktik mafia BBM berjenis Pertalite di wilayah hukum Blora akhirnya tersingkap lebar. Bukan oleh aparat, melainkan melalui keberanian seorang istri operator SPBU 44.583.02 Pojokwatu, Sambong, yang membongkar daftar hitam para “pengangsu” kelas kakap yang selama ini menguras hak rakyat kecil.
Informasi yang dihimpun pada Jumat (28/02/2026) ini mengungkap identitas para pemain lapangan secara benderang.
Dua nama mencuat sebagai aktor utama yang diduga telah lama “berpesta” di atas penderitaan masyarakat: Pak No Bayan (warga Gadu Kec Sambong) dan Febri (warga Ledok,Kec Sambong). Keduanya disebut-sebut sebagai pemain lama yang tak tersentuh hukum.
Ironisnya, praktik lancung ini bukan sekadar desas-desus. Ony, selaku Mandor SPBU Pojokwatu, secara mengejutkan membenarkan adanya aktivitas pengangsu BBM jenis Pertalite di wilayah kerjanya. Pengakuan ini menjadi tamparan keras sekaligus bukti autentik bahwa pengawasan internal SPBU telah jebol, atau bahkan sengaja dibiarkan demi keuntungan segelintir oknum.
Kini, bola panas resmi berada di tangan Aparat Penegak Hukum (APH). Publik Blora tidak butuh sekadar narasi “akan diselidiki.” Masyarakat menuntut tindakan nyata: Tangkap, seret, dan jebloskan ke penjara!
Ketegasan APH saat ini sedang dipertaruhkan. Jika para pengangsu ini tetap melenggang bebas setelah identitasnya terbongkar, maka jangan salahkan publik jika muncul stigma bahwa APH di Blora “mandul” dan tak punya taring di hadapan mafia BBM.
“Kami tidak butuh prosedur yang bertele-tele. Pelaku sudah jelas, saksi sudah bicara, bukti lapangan ada. Jika tidak ditindak, berarti hukum memang bisa dibeli oleh para pengangsu!” cetus salah satu warga yang geram melihat antrean Pertalite yang sering habis dikuasai para mafia.






