LRT Jabodebek mencatat 168 barang tertinggal selama libur Lebaran 2026, dengan petugas melakukan pengamanan dan verifikasi kepemilikan untuk mengembalikan barang kepada pemiliknya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 168 barang tertinggal di layanan LRT Jabodebek selama periode libur Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, 47 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih dalam proses pengamanan oleh petugas.
Selama periode libur Lebaran 2026, KAI melayani sebanyak 294.659 pengguna LRT Jabodebek. Jumlah ini meningkat sekitar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada libur Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 221.040 pengguna. Peningkatan volume pengguna tersebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya potensi barang tertinggal, baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa petugas secara rutin melakukan pemeriksaan di area stasiun maupun di dalam kereta untuk memastikan barang tertinggal dapat segera diamankan. Selain itu, penggunaan sistem CCTV turut mendukung proses identifikasi barang temuan secara lebih cepat dan akurat.
“Seluruh barang temuan ditangani melalui mekanisme layanan lost and found yang terintegrasi. Petugas juga melakukan verifikasi kepemilikan untuk memastikan barang kembali kepada pemilik yang sah sehingga kepercayaan pengguna LRT Jabodebek terhadap layanan tetap terjaga,” ujarnya.






