Bandung Media Patriot Indonesia.Com
Paseh, Bandung – Proyek revitalisasi SDN Pasir Panjang di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan setelah terungkapnya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Proyek yang menelan anggaran yang cukup besar tersebut, diduga mengalami penyimpangan dalam penggunaan bahan.
Berdasarkan hasil investigasi, terungkap bahwa RHB tidak memakai bajaringan, namun memakai kayu dan genting. Selain itu, kusen-kusen juga tidak memakai aluminium, melainkan kayu. Pertanyaan muncul tentang apakah kepala sekolah dan pengawas mengetahui tentang perubahan spesifikasi bahan dan apakah mereka telah memberikan persetujuan untuk perubahan tersebut.
Sarana Prasarana Paseh telah memberikan klarifikasi terkait proyek revitalisasi SDN Pasir Panjang. Menurut Pak Budi, proyek tersebut memiliki beberapa tahapan yang tidak dihadiri oleh petugas yang baru bergabung, termasuk analisis penguraian pisik kerusakan dan perencanaan sketsa gambar.
Pak Budi juga menyatakan bahwa petugas yang baru bergabung tidak memiliki informasi lengkap tentang proyek tersebut dan masih dalam proses klarifikasi dengan satker dan pihak terkait.
Pak Ijang, menjadi Satker pada bulan September, sedangkan Pak Budi sebagai Sarana baru mulai di Paseh pada bulan Januari 2025.
Ijang juga meminta awak media untuk menghubungi kepala sekolah SDN Pasir Panjang untuk meminta klarifikasi.






