Bekasi -Media Patriot Indonesia
pilkada serentak di kabupaten Bekasi telah usai akan tetapi jadi pertanyaan besar buat KPU kabupaten Bekasi di karenakan cuma 66,8% peminat masyarakat yang datang ke TPS,dan menjadi pertanyaan beberapa lembaga dan ormas atas kinerja KPU kabupaten Bekasi yang tidak maksimal,
Ketua LSM Garda Bangsa Reformasi Kabupaten Bekasi M Idhay sangat menyoroti kinerja ketua KPU kabupaten Bekasi Ali Rido yang di anggap gagal dan tidak maksimal dalam sosialisasi dengan kehadiran warga yang hanya 66 % warga kabupaten Bekasi yang jumlahnya 2.251.856 jiwa sedangkan kehadiran pada pilkada kemarin yang baru saja selesai hanya 1.503.093 cuman 66,8% yang membuktikan kurangnya sosialisasi dari KPU sehingga warga kurang antusias ke TPS.
Dana hibah yang di terima KPU kabupaten Bekasi lah penggunaan nya tidak efektif dan indikasi kuat tidak maksimal untuk sosialisasi sambung M Idhay.
Penerapan Undang-Undang Pilkada 2024 tentu akan menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi teknis maupun sosial. Persiapan logistik yang melibatkan seluruh wilayah Indonesia membutuhkan koordinasi yang sangat baik antara berbagai lembaga terkait. Distribusi surat suara, penyiapan tempat pemungutan suara (TPS), serta pelatihan petugas pemilu merupakan aspek-aspek teknis yang memerlukan perhatian khusus.
Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan Pilkada serentak ini. Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya Pilkada dan cara-cara partisipasi yang benar harus ditingkatkan, untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Pemerintah dan lembaga penyelenggara pemilu perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil dan media, untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada pemilih.






