News  

Kekeringan Menghantam Petani: Kritikan Tajam Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi Muhamad Fauzi Terhadap PJT II dan Pemerintah

Kekeringan Menghantam Petani: Kritikan Tajam Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi Muhamad Fauzi Terhadap PJT II dan Pemerintah

Bekasi-mediapatriotindonesia.com
Kekeringan menghantam petani Kabupaten Bekasi, kritikan tajam dari Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi Muhamad Fauzi terhadap Perusahaan Umum Jasa Tirta II Kabupaten Bekasi (PJT II) yang di anggap tidak mengerti kondisi saat ini petani sedang mengalami kekeringan. Jumat, (2/6/2023).

Menurut Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi Muhamad Fauzi, terkait kekeringan di beberapa daerah Kabupaten Bekasi, yang terjadi di Kecamatan Karangbahagia, Kecamatan Cabangbungin, Desa Sindangjaya, Desa Setialaksana ada beberapa hal yang menjadi faktor utama terjadinya kekeringan.

“Faktor Pertama adalah, kurangnya debit air yang mengalir ke sawah para petani dan ini menjadi tanggung jawab PJT II Kabupaten Bekasi. Dan faktor yang kedua adalah, beberapa pintu air yang ada selama ini kondisinya tidak terawat, tidak adanya perawatan dari pemerintah bahkan pintu-pintu air tersebut sudah banyak yang mengalami kerusakan parah. Hal ini lah yang perlu di cermati oleh Pemerintah Daerah sebagai penanggung jawab pintu-pintu air yang berada di wilayah persawahan”. Jelas Muhamad Fauzi.

“Bayangkan saja, bagaimana para petani yang sedang dalam masa menyebar benih, dalam masa traktor di wilayah persawahannya mereka kekurangan air. Namun dalam hal ini pemerintah Daerah dan PJT II tidak mengerti dan tidak ada koordinasinya yang baik, apa yang di butuhkan petani agar tidak mengalami gagal panen” Tegas Muhamad Fauzi.

Muhammad Fauzi menganggap kritik tajam ini sangat penting bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi agar lebih sadar dalam menghadapi masalah pertanian. Sebelumnya, kita selalu mengungkapkan permasalahan yang berdampak langsung pada petani, seperti masalah sampah, pendangkalan aliran sungai, kekeringan, benih, dan pupuk. Namun, menurut pandangan saya, pemerintah terlihat tidak begitu responsif terhadap isu-isu pertanian ini. Padahal, pembicaraan tentang pertanian pasti berhubungan dengan kebutuhan pangan orang banyak khususnya bagi masyarakat Bekasi.

“Ini bukan masalah main-main, melainkan menyangkut nasib para petani yang berada di ujung tanduk. Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah cepat untuk mencari solusi, ini akan berdampak serius bagi mereka”. Tambahnya Muhamad Fauzi

Secara keseluruhan, penting bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi untuk merespons dengan serius berbagai kritik yang tajam dari masyarakat dan tokoh-tokoh besar di Kabupaten Bekasi. Hal ini tidak bisa diabaikan lagi bahwa pertanian memegang peran krusial dalam kehidupan masyarakat Bekasi, dan tindakan yang diambil atau tidak diambil oleh pemerintah akan berdampak langsung pada nasib petani dan kebutuhan pangan Bekasi.