Berita  

Kades Ikut Rakor Pemenangan Capres 02 Terancam Dipidanakan

Kades Ikut Rakor Pemenangan Capres 02 Terancam Dipidanakan

Temanggung – mediapatriotindonesia.com
Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai sarana kedaulatan rakyat untuk memilih DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden telah dirusak oleh Kepala Desa di Kabupaten Temanggung. Para Kades ini diketahui melakukan rapat koordinasi untuk memenangkan Paslon 02, Prabowo-Gibran di sebuah rumah makan di Parakan, Temanggung, Sabtu, 3 Februari 2024 lalu. Peristiwa yang dibuktikan dengan adanya foto kegiatan koordinasi dan beredar di media sosial ini mendapatkan perhatian luas dan dibenarkan oleh Roni Nefriyadi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Temanggung.

Menurut Ketua Lingkar Studi Pemberdayaan Perdesaan (LSPP) Andrianto, perbuatan para Kades jelas, nyata dan terang melanggar ketentuan peraturan yang berlaku. Tidak sulit untuk menyelidiki dan mengusut tuntas kasus yang dilakukan para Kades yang berpotensi sebagai tindak pidana Pemilu.

Ditegaskannya, dalam ketentuan Pasal 280 ayat (2) huruf h, huruf i dan huruf j dan ayat (4) UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu disebutkan bahwa pelaksana dan/atau tim kampanye dalam kegiatan kampanye Pemilu dilarang mengikutsertakan kepala desa, perangkat desa dan anggota badan permuswaratan desa (BPD) serta pelanggaran terhadap larangan tersebut merupakan tindak pidana Pemilu.

Baca Juga  Anggota Koramil 15/Batangan Pati , Melaksanakan Karya Bakti Pasca Banjir Bandang

Sementara itu Peraturan Bawaslu No. 7 Tahun 2022 tentang Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu disebutkan bahwa Pelanggaran Pemilu adalah tindakan yang bertentangan, melanggar atau tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang mengatur mengenai Pemilu. Tindak pidana Pemilu ini termasuk memaksa seseorang memberikan suara maupun keberpihakan aparatur Negara terhadap peserta Pemilu. Sedangkan subyek dari tindak pidana Pemilu diantaranya termasuk Kepala Desa.