Berita  

Indonesia Siap Mengukir Sejarah Baru Sebagai Negara Dengan Layanan Digital Terpadu

Indonesia Siap Mengukir Sejarah Baru Sebagai Negara Dengan Layanan Digital Terpadu

Jakarta – mediapatriotindonesia.com
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengikuti rapat dengan Presiden RI Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (25/03/2024). Rapat itu membahas percepatan transformasi layanan terpadu digital yang tengah dilakukan pemerintah.

Menteri Anas mengatakan, Indonesia saat ini sedang bersiap mengukir sejarah baru sebagai negara dengan layanan digital terpadu sebagaimana negara-negara maju lainnya. Dalam beberapa waktu terakhir, Anas melanjutkan, Presiden Joko Widodo terus memberi arahan terkait keterpaduan layanan digital.

“Aspek regulasinya sudah tuntas dengan beberapa Perpres yang diteken Bapak Presiden, dan sejak Januari 2024 hingga saat ini tim lintas kementerian/lembaga bekerja dan kolaborasi mewujudkan sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya Indonesia akan punya layanan digital terpadu, salah satunya dengan interoperabilitas ribuan aplikasi layanan yang selama ini terpisah-pisah,” jelasnya

Baca Juga  Menkes RI Temui Elon Musk, Bahas Internet Untuk Puskesmas Daerah Tertinggal

Selama ini, lanjut MenpanRB, sebagian layanan publik memang sudah digital, tetapi saling terpisah. Belum ada interoperabilitas, termasuk soal data. Puluhan ribu aplikasi layanan pemerintah baik di pusat maupun daerah hadir di masyarakat, dan malah membuat warga bingung dalam mengakses layanan pemerintah.

“Selama ini layanan masih belum sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan pengguna (user centric), melainkan pendekatannya per instansi pemerintah. Ketika rakyat/masyarakat ingin akses layanan kesehatan misalnya, harus download dan isi data di aplikasi kesehatan. Lalu ingin akses layanan pendidikan, download lagi aplikasi pendidikan dan isi data lagi. Kalau butuh akses puluhan layanan, maka harus download juga puluhan aplikasi dan isi data dari awal puluhan kali. Masyarakat kesulitan, padahal Presiden inginnya ini serba mudah dan cepat,” tuturnya.