JAKARTA, 17 Desember 2025 –Media patriot Indonesia
Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW PROVINSI DKI Jakarta bersama SMAN 49 Jakarta menyelenggarakan acara penyuluhan anti Bullying dan Kekerasan dalam lingkungan Sekolah (PABK) dan penyuluhan tentang Radikalisme dalam lingkungan Sekolah di Era Digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keamanan dan harmoni di sekolah. Dengan menghadirkan narasumber yang berkompenten dari instasi terkait.
Bagian pertama penyuluhan berfokus pada anti-bullying dan kekerasan dalam sekolah dengan narasumber Mia Kusmiyati, SE, M.AP dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta. Dalam sesinya, Mia menjelaskan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga cyberbullying. Dia juga memberikan panduan praktis kepada siswa tentang cara mengidentifikasi, mencegah, dan melaporkan kasus bullying kepada pihak sekolah atau otoritas yang berwenang.
“Kita harus menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa, tanpa adanya ketakutan akan intimidasi atau kekerasan,” ujar Mia. Dia menambahkan bahwa peran setiap individu, baik siswa, guru, maupun orang tua,Komite Sekolah yg sangat penting dalam menciptakan budaya anti-bullying di sekolah.
Setelah sesi anti-bullying, acara dilanjutkan dengan penyuluhan tentang pencegahan redikalisme dalam lingkungan sekolah di era digital yang dibawakan oleh Anggota Komisi C yg juga sebagai Penasehat DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan, SH, MH. August menjelaskan bagaimana paham radikal dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan platform digital lainnya, serta dampaknya terhadap keutuhan bangsa dan keharmonisan masyarakat.






