Berita  

Dua Pekan Pasca Banjir, PDAM Bireuen Masih Mati: Warga Bertahan di Tengah Keterbatasan

Dua Pekan Pasca Banjir, PDAM Bireuen Masih Mati: Warga Bertahan di Tengah Keterbatasan

Bireuen, Media Patriot Imdonesia


Sudah dua pekan berlalu sejak musibah banjir melanda Kabupaten Bireuen dan sejumlah wilayah lain di Aceh hingga Sumatera. Namun hingga kini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bireuen belum juga kembali beroperasi. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi para pedagang warung kopi (warkop) yang sangat bergantung pada pasokan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Air PDAM yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil, kini tak lagi mengalir. Akibatnya, warga terpaksa mencari alternatif lain demi bertahan. Seperti yang terpantau oleh media ini pada Minggu (14/12/2025), sejumlah pedagang warkop terpaksa menggunakan air sumur yang terlebih dahulu dipanaskan untuk melayani pelanggan.

Baca Juga  Mengejutkan !! Kasi Kesos Kec. Tegalwaru Tidak Mengetahui Program Permakanan Lansia tahun 2023-2024, Belum Ada Informasi Dari Ketua Pokmas

Meski keterbatasan air bersih menjadi tantangan tersendiri, warung kopi di Bireuen tetap ramai dikunjungi. Aktivitas baru benar-benar terhenti ketika aliran listrik padam. Sementara itu, bagi masyarakat umum, kondisi ini terasa jauh lebih berat. Mereka harus membeli air galon atau mengambil air sumur demi memenuhi kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci.

“Dalam kesulitan, kesabaran memang menjadi penopang, namun pelayanan dasar adalah hak yang tak boleh terlalu lama tertunda,” ungkap seorang warga dengan nada berharap.

Hingga berita ini ditayangkan, Pemerintah Daerah melalui Pelaksana Tugas (Plt) PDAM Bireuen belum berhasil dikonfirmasi terkait penyebab lambannya pemulihan layanan air bersih. Yang pasti, selama PDAM belum kembali berfungsi, kegelisahan masyarakat terus berlanjut.

Penulis: Hendra S Kabiro Bireun Aceh Editor: Admin