Sabun mandi dengan bahan keras bisa memicu kulit gatal. Pilih sabun lembut dan alami untuk bantu redakan iritasi dan jaga kesehatan kulit sensitif.
Kulit gatal merupakan keluhan umum yang bisa dialami siapa saja, dari anak-anak hingga lansia. Menurut penelitian dalam Acta Dermato-Venereologica (2019), sekitar 22% populasi mengalami gatal kronis dalam hidup mereka, dan lebih dari 50% kasus berkaitan dengan kulit kering atau iritasi akibat produk perawatan yang tidak sesuai. Salah satu pemicu yang sering diabaikan adalah sabun mandi.
Kandungan bahan kimia seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS), pewangi sintetis, dan alkohol dalam sabun konvensional dapat merusak skin barrier dan memicu gatal. Karena itu, penting memilih sabun mandi untuk kulit gatal yang lembut dan sesuai kebutuhan kulit sensitif.
Mengapa Kulit Bisa Gatal?
Kulit gatal atau pruritus bisa disebabkan banyak hal—mulai dari alergi ringan, kulit kering, eksim, dermatitis kontak, hingga infeksi. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kulit kering adalah penyebab paling umum dari rasa gatal, terutama pada musim kemarau atau ketika seseorang terlalu sering mandi air panas atau menggunakan sabun dengan kandungan keras.
Dalam jurnal Dermatitis (2016), disebutkan bahwa banyak produk pembersih tubuh mengandung surfaktan sintetis yang dapat menghilangkan lipid alami kulit. Ketika lapisan pelindung ini rusak, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan rasa gatal.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






