Bireuen, Media Patriot Indonesia
Perseteruan yang telah berlangsung cukup lama antara dua desa di Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, yaitu Desa Garut dan Desa Meunasah Reudeup, mulai mendapat perhatian serius dari Camat Pandrah yang baru dilantik, Juanda Abdullah, SE, MM. Dalam langkah awal masa jabatannya, Camat Juanda menginisiasi upaya mediasi dengan mengundang seluruh perangkat desa terkait untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan yang selama ini meresahkan masyarakat.
Persoalan yang Berlarut-larut
Kisruh internal yang terjadi di Desa Garut mencuat setelah tiga unit rumah bantuan dari anggaran desa tahun 2024 belum juga terselesaikan hingga pertengahan tahun ini. Selain itu, pemecatan sepihak terhadap sejumlah perangkat desa lama oleh pihak aparatur baru juga menimbulkan kegaduhan dan ketegangan di tengah masyarakat.
Sementara itu, di Desa Meunasah Reudeup, kondisi tak kalah memanas. Penjabat (Pj) Kepala Desa dilaporkan telah memecat seluruh perangkat desa sebelumnya, termasuk kader Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), dan Tim Penggerak Kesejahteraan (TPK), serta menggantinya dengan orang-orang baru. Kebijakan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, yang menilai langkah tersebut tergesa-gesa dan menimbulkan ketidakstabilan sosial di tingkat desa.
Upaya Serius Pihak Kecamatan
Dalam upaya menengahi konflik yang telah berkepanjangan, Camat Juanda mengundang seluruh pihak dari kedua desa ke kantor camat pada awal pekan ini. Pihak yang diundang meliputi Pj Kepala Desa, Tuha Peut (lembaga adat), serta seluruh aparatur desa yang berkaitan.






