Jakarta, Juli 2025 — Di era digital yang serba cepat dan penuh distraksi, kepercayaan dan kedekatan menjadi dua kunci utama untuk membangun brand yang relevan di hati Gen Z. Bukan lagi soal visual feed yang sempurna, melainkan bagaimana brand mampu membangun percakapan, kehangatan, dan rasa dimengerti.
Kini, media sosial berkembang menjadi lebih dari sekadar etalase produk—ia adalah ruang dialog, tempat brand menjadi manusia, dan komunitas merasa dilihat serta dihargai.
5 Beauty Brands yang Sukses Membentuk Koneksi Lewat Media Sosial
1. Rare Beauty
Bukan hanya soal lip cream viralnya, tapi bagaimana brand ini terus membicarakan kesehatan mental sebagai value utama. Konten-konten edukatif, video behind-the-brand, dan kampanye personal dari Selena Gomez membuat akun Rare Beauty terasa seperti teman dekat, bukan hanya penjual makeup.
2. Glossier
Sejak awal, Glossier membangun brand-nya dari komunitas. UGC (user-generated content) dan storytelling dari customer justru menjadi kekuatan utama. Glossier bukan bicara pada follower-nya, tapi bersama mereka.
3. Rhode
Hailey Bieber menjadikan akun Rhode sebagai personal diary: menyajikan proses kreatif, testimoni pengguna, hingga behind-the-scenes tanpa filter berlebihan. Rhode terasa dekat, real, dan sangat Gen Z.
4. Charlotte Tilbury
Dengan gaya yang lebih glam dan editorial, Charlotte Tilbury tetap konsisten menggabungkan tutorial, shout-out untuk MUAs, dan Q&A interaktif yang membuat brand luxury ini tetap membumi dan engaging di media sosial.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






