Berita  

Berkah Limbah Kopi yang Menyengat Hidung

Berkah Limbah Kopi yang Menyengat Hidung

Bandung – mediapatriotindonesia.com
Kopi arabika, yang dikenal sebagai kopi gunung, merupakan kultivar dominan yang mewakili 60% dari produksi global jenis kopi ini. Kopi arabika memiliki rasa yang lebih asam, tidak pahit, dan kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi robusta.

Salah satu warga pengguna jalan, yang berinisial T dan berdomisili di Desa Girimula, menyampaikan keluhannya mengenai penampungan pembuangan limbah kopi di wilayah RW 08 RT 02, Kampung Sukamaju, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Limbah tersebut sudah bertahun-tahun tidak ditindak lanjuti dan seolah-olah diabaikan. “Bau busuk yang menyengat sangat mengganggu para pengguna jalan di sekitar Desa Sukapura dan Desa Girimula, terutama saat hujan. Air yang mengalir di jalanan terlihat hitam pekat dan berbau. Bahkan, jika air tersebut mengenai ban kendaraan, baunya terbawa hingga ke rumah,” ujar T.

Meskipun program penghijauan membawa berkah, dampak polusi dari limbah kopi sangat menyengat. “Ini belum seberapa, coba datang lagi saat panen raya di bulan Agustus, baunya akan semakin kuat. Tolong pemerintah memberikan solusi terbaik untuk masalah ini,” tambah T sambil tersenyum ke awak media.

Baca Juga  Tim Hukum Merah Putih Meminta Masyarakat Tidak Saling Menjatuhkan Paslon Demi Pemilu Damai

Setelah dilakukan klarifikasi kepada pemilik penggilingan kopi, Aden, anak pemilik penggilingan, menyampaikan bahwa mereka menyewa lahan pembuangan tersebut seharga Rp. 4 juta sekali panen. Istri Haji UI, yang menyewakan lahannya, membenarkan bahwa lahan tersebut disewakan untuk pembuangan limbah kopi. “Adapun lahan tersebut masuk ke kawasan Perhutani, saya tidak tahu. Izin pun tidak ada, baik dari desa maupun dari masyarakat atau Perhutani,” pungkas istri Haji UI.

Penulis: TedyEditor: Redaksi