BLORA, JATENG, Media Patriot Indonesia – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi B, Abdullah Aminudin, menilai bahwa industri media global saat ini tengah menghadapi tantangan baru yang cukup berat. Kondisi ini semakin terasa di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk dunia pers.
Pernyataan tersebut disampaikan Aminudin dalam sebuah diskusi yang digelar di Aula Galaksi TV, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu (14/3/2026).
Menurut politikus tersebut, situasi ini menuntut para pelaku industri media untuk semakin kreatif dan mampu beradaptasi dengan persaingan global yang kian ketat.
“Ada dunia baru yang sedang kita bahas. Diskusi-diskusi kita juga melihat adanya pemotongan TKD dan efisiensi anggaran. Ini termasuk persaingan dunia pers yang sangat luar biasa. Suka duka tentu kita rasakan bersama, dan hampir semua media mengalami hal yang sama,” ujarnya di hadapan peserta diskusi.
Aminudin menekankan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, termasuk pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), memberikan efek domino terhadap keberlangsungan media, terutama yang selama ini menggantungkan pendapatan dari belanja iklan pemerintah.
Meski demikian, ia mendorong agar insan pers tidak larut dalam kesulitan.
Tantangan ini, lanjutnya, justru harus menjadi momentum untuk melahirkan inovasi-inovasi baru di tengah revolusi industri dan perubahan perilaku konsumen media.






